• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

Senin, 24 Agustus 2015

Ini Dia Beberapa Penyebab Pelemahan Rupiah


Di awal pekan kemarin, nilai tukar Rupiah terhadap USD jatuh dan menembus level psikologis di level Rp 14.000. Hari ini, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika terus berlanjut. Pagi ini (pk 10.26), nilai tukar Rupiah berada pada level 14.048 per dollar Amerika.

Pelemahan rupiah ini memang cukup membuat para pelaku usaha kewalahan, terutama bagi mereka yang menggunakan bahan baku impor untuk produknya. Imbasnya, perusahan terpaksa melakukan PHK terhadap sebagian karyawannya dan itu menyebabkan meningkatnya angka pengangguran. Beberapa UKM pun tak ayal menjadi korban dari pelemahan nilai tukar rupiah ini, beberapa UKM telah melakukan pemangkasan hampir 25% tenaga kerja mereka.


Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika ini dipicu oleh beberapa faktor, faktor-faktor tersebut merupakan faktor internal serta eksternal. Berikut kami kutip beberapa faktor penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika:


     1. Devaluasi Yuan


Tak dapat dipungkiri lagi bahwa aksi pemerintah China melakukan devaluasi mata uangnya ini berimbas pada ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Akibat devaluasi Yuan minggu lalu, tak hanya rupiah saja yang ikut melemah namun juga beberpa mata uang negara lain ikut melemah.

     2. Rencana Kenaikan Suku Bunga The FED

Masih dari faktor eksternal, rencana kebijakan Bank Sentral Amerika yang akan menaikan suku bunga acuannya belum ada kepastian. Akibatnya, para pelaku pasar global melepaskan saham mereka akibat ketidakpastian tersebut, dan hal itu berdampak pada Indonesia.

     3. Pelemahan Harga Minyak Dunia dan Komoditas Lain

Harga minyak dunia terus mengalami pelemahan hingga awal pekan ini. Tercatat harga minyak dunia menembus harga USD 39 per barrel. Harga-harga komoditas lain pun mengalami hal yang sama,meskipun hari ini sudah kembali mengalami kenaikan pada beberapa komoditas. Misalnya harga tembaga serta gas alam belum mengalami kenaikan. Meski sudah mengalami kenaikan, namun kenaikan tersebut tipis dan belum berdampak terlalu besar pada penguatan ekonomi Indonesia. Harga komoditas ini merupakan yang terandah sejak 16 tahun terakhir.

    4. Lemahnya Fundamental Ekonomi Indonesia

Fundamental ekonomi Indonesia yang lemah nampaknya belum dapat dipulihkan oleh Presiden Joko Widodo. Lemahnya fundamental internal ini antara lain disebabkan dari defisit perdagangan, defisit transaksi berjalan serta defisit APBN.

     5. Aktivitas Ekspor Menurun

Seperti kita ketahui, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika ini justru merupakan peluang bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kegiatan ekspor mereka. Namun data menunjukkan justru ekspor Indonesia menurun sejak beberapa bulan terakhir. Tercatat pada bulan Juli lalu ekspor Indonesia hanya  mencapai USD 11 miliar, turun 2,1 miliar (15,53) dari bulan sebelumnya.

Pelemahan rupiah diprediksi akan terus berlanjut karena belum adanya katalis positif dari dalam negeri untuk bisa kembalil mengangkat rupiah. Diperkirakan pada hari ini nilai tukar rupiah akan berada di level Rp 14.000 - Rp 14.100 per dollar Amerika.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Get in touch with me


Adress/Street

12 Street West Victoria 1234 Australia

Phone number

+(12) 3456 789

Website

www.johnsmith.com